Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2013

perilaku Konsumen pertemuan ke 13



Hari ini tanggal 19 mei 2013, pertemuan ke 13 MPJ dengan bahasan tentang prilaku konsumen, yang dipresentasikan oleh kelompok 9 yaitu Riska Oktiviarindi, Reny yuliani, Tamara Putri,
Perilaku konsumen adalah Respon yang di timbulkan dari seseorang yang sedang mencari atau menciptakan suatu produk bahkan untuk melakukan pembelian ulang produk tersebut, perilaku konsumen memiliki 3 faktor yang mempengaruhinya yaitu:
a)      Kebudayaan
b)      Sosial
c)       Pribadi
Sebagai seorang konsumen ada beberapa proses keputusan dalam membeli diantaranya:
a)      Peranan Membeli
b)      Tipe-tipe perilaku membeli
c)       Penelitian proses keputusan membeli
d)      Tahap-tahap dalam proses keputusan membeli
e)      Perilaku pasca pembelian
a)      Peranan membeli
Peranan membeli dipengaruhi oleh:
A.      Pengambil inisiatif (initiator)
B.      Orang yang mempengaruhi (influences)
C.      Pembuat keputusan( decides)
D.      Pembeli (Buyer)
E.       Pemakai (user)
b)      Tipe-tipe perilaku membeli
Adapun tipe dari perilaku membeli yaitu:
A.      Perilaku pembeli yang kompleks
B.      Perilaku pembeli yang mengurangi ketidakcocokan
C.      Perilaku pembeli berdasarkan kebiasaan
D.      Perilaku membeli yang mencari keragaman
c)       Tahap-tahap dalam proses keputusan membeli
1.       Pengenalan masalah
2.       Pencarian Informasi
3.       Penilaian alternatif
4.       Keputusan membeli
5.       Perilaku setelah membeli
d)      Perilaku pasca pembelian
Perilaku pasca membeli dibagi menjadi 2 yaitu:
1.       Kepuasaan pasca pembelian:
·         Memperlihatkan peluang membeli pada kesempatan berikutnya
·         Melakukan penilaian yang tinggi terhadap produk

2.       Ketidakpuasaan pasca pembelian :
·         Mengembalikan produk
·         Tidak menggunakan produk atau jasa tersebut pada kesempatan berikutnya
·         Melakukan protes, keluhan,peneguran terhadap produk,jasa
Setelah kelompok 9 selesai melakukan paparan, dilanjutkan sesi tanya jawab oleh temn sekelas, dan dilanjutkan peambahan materi yang diberikan oleh pak Smril, dosen kami.

Minggu, 12 Mei 2013

kualitas jasa



Hari ini tanggal 13 mei 2013, dalam presentasi manajemen jasa membahas tentang kualitas jasa pendidikan,  presentasi hari ini dipaparkan oleh kelompok saya sendiri yaitu kelompok 8, Sarah Nisa , Arisha trisnopia, Agharid, Agung trilaksana.
Dalam mendefinisikan kualitas, ada lima pakar utama dalam manajemen mutu terpadu (total quality manajemen) yang saling berbeda pendapat tetapi maksudnya sama.
Menurut juran (hunt,1993:32), kualitas produk adalah kecocokan penggunaan produk (fitness for use) untuk meemnuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.
Kecocokan penggunaan itu didasarkan atas lima cirri utama, yaitu :
a.       Teknologi, yaitu kekuatan atau daya tahan
b.      Psikologis, yaitu citra rasa atau status
c.       Waktu yaitu kehandalan
d.      Kontraktual, yaitu adanya jaminan
e.       Etika, yaitu sopan santun, ramah dan jujur.
Definisi kualitas jasa berpusat pada upaya berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Menurut wyckof (dalam lovelock, 1998), kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan.
Dengan kata lain ada dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa, yaitu expected service dan percevide service. Apabila jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas jasa dipersepsikan baik dan memuaskan.
Jika jasa yang melampaui harapan pelanggan, maka kualitas jasa dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal. Sebaliknya, jika jasa yang diterima lebih rendah dari pada yang diharapkan, maka kualitas jasa dipersepsikan buruk. Dengan demikian, baik tidaknya kualitas jasa tergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten.
Kualitas total suatu jasa terdiri atas tiga komponen utama (gronroos dalam hutt dan speh, 1992)
a.         Technical quality, yaitu komponen yang berkaitan dengan kualitas output ( keluaran) jasa yang diterima pelanggan. Technical quality dibagi lagi menjadi:
1.         Search quality, yaitu kualitas yang dapat dievaluasi pelanggan sebelum membeli, misalnya harga
2.         Experience quality, yaitu kualitas yang hanya bisa dievaluasi pelanggan setelah membeli dan mengkonsumsi jasa. Contohnya keepatan waktu, kecepatan pelayanan dan kerapian hasil.
3.         Credence quality, yaitu yang sukar dievaluasi pelanggan, meskipun telah mengkonsumsi suatu jasa. Misalnya kualitas operasi jantung.
b.         Functional quality, yaitu komponen yang berkaitan dangan kualitas cara penyampaian suatu jasa.
c.         Corporate image, yaitu profit, reputasi, citra umum, dan daya tarik khusus suatu perusahaan.
Berdasarkan komponen-komponen diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa output jasa, maka seringkalipenentuan kualitas jasa, menjadi sangat kompleks.
Dimensi kualitas dari parasuraman, zeithaml dan berry (1985) melakukan penelitian khusus terhadap beberapa jenis industry jasa. Sebelum mengelompokan kedalam lima dimensi, ketiga peneliti ini berhasil mengidentifikasikan sepuluh faktor yang dinilai konsumen dan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas jasa, yaitu access, communication, competence, courtesy, credibility, responsiveness, security, understanding,dan tangibles
Akhirnya parasuraman(1988) mengemukakan lima dimensi kualitas jasa. Kelima dimensi tersebut adalah reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty(empati), tangible (produk-produk fisik).            
Setelah paparan mengenai materi selesai, kemudian diberikan sesi tanya jawab.

Minggu, 21 April 2013

Filosofi dari nama Instansi pendidikan yang saya buat.



Filosofi dari nama Instansi pendidikan yang saya buat.
untuk PAUD yang akan saya buat, saya mengambil nama “ASSALAAM”, Dalam bahasa arab berarti selamat, As Salam berasal dari bahasa Arab yaitu kata salima yang berarti selamat, terbebas dari  cacat, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan dan kedamaian. filosofinya adalah As salaam sifat Allah yang memberikan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh makhluk-Nya, baik manusia beriman atau kafir, binatang, tumbuh-tumbuhan dan makhluk lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, sifat As Salam bisa diaplikasikan oleh seorang muslim, baik dalam perilaku secara verbal maupun nonverbal. Secara verbal, yang pertama, seorang muslim diperintahkan untuk mengucapkan salam ketika bertemu saudara sesama muslim. Selain itu, imbuhnya, sifat As Salam juga mengandung hikmah bahwa manusia diciptakan untuk hidup bersama orang lain. Oleh karena itu, interaksi yang dibangun hendaknya bisa menimbulkan iklim yang menghadirkan kedamaian dan kesejahteraan. Misalnya bersikap baik terhadap tetangga dan teman.
Saya sangat berharap kepada PAUD saya bahwa anak didik yang berada dala PAUD saya memiliki prilaku baik, yang sholeh maupun shalehah, taat beribadah serta menjadi generasi yang cerdas dan cemerlang, untuk bangsa serta agamanya,
Alloh memberikan kesehatan keselamatannya kepada tenaga pendidik, serta kependidikannya, dan member keselamatan lahir dan bathin kepada anak didiknya.
Begitu besar filosofi dari nama “ASSALAM” Membuat saya tertarik untuk memberikan nama itu untuk PAUD, yang akan segera saya bangun ini.

Pengaruh Merk Dagang dan Konsep Nilai dalam Pemasaran




Pada hari ini masuk pada pertemuan ke-8, manajemen pemasaran jasa pada hari Senin 15 April 2013, dalam ruang 307, bersama bapak Amril Muhammad, S.E., M.Pd kelompok 4 yang kali ini akan memaparkan materi kelompoknya kelompok empat beranggotakan  Dita Rosmaya, Armandio Muhammad, Lutvi Yanti, Ihah Farihah, dan Nelson Petrus.
Apakah merek itu? Merk adalah nama atau identitas suatu produk. Merk mempunyai sebuah makna, bukan hanya sekedar nama. Mewakili produk seperti apa yang dibangun ataupun menggambarkan jenis usaha tersebut.
Untuk memilih nama merk bukan hal yang mudah, karena merk dapat mewakili suatu produk yang dipasangkannya.
-       menggambarkan nilai suatu produk,
-       mengandung filosofi,
-       menggambarkan jenis usaha, lokasi, status serta menunjukan sejarah atau level dari perusahaan dan produknya.
Karakteristik dari suatu merek:
1.       merek yang utama adalah yang tidak mudah ditiru dan di ingat karena merek adalah identitas utama dari suatu produk.
2.      Merek harus terdaftar secara resmi dan memiliki hak paten, agar memiliki kekuatan dalam badan hokum serta memiliki undang-undang yang kuat.
Status hukum merk diatur dalam UU No. 19 Tahun 1992, yang mencakup tentang hak atas merk, ketentuan pendaftaran merk, pemberian lisensi sampai kepada peraturan terkait pelanggaran atas pemakaian suatu merk.
Merk dagang terdiri dari dua bagian, yakni nama merk (berupa huruf, kata dan angka) serta tanda merk (berupa symbol, desain dan warna). Terdapat dua jenis merk :
1.    Merk nasional : yaitu merk yang produk nya buatan Indonesia asli yang misalnya pabrik kecap di Sukabumi.
2.    Merk swasta : merk yang produknya bukan asli buatan Indonesia misalnya PT Unilever dll.
istilah ekuitas merk, yaitu nilai tambah yang diberikan pada produk. Ekuitas merk timbul karena perbedaan respon konsumen, akibat pengetahuan mereka yang berbeda akan merk tertentu.
Nilai atau value adalah perkiraan pelanggan tentang kapasitas keseluruhan produk untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.  Nilai dari setiap produk sebenarnya akan sangat tergantung kepada seberapa dekat datang ke sasaran yang ideal. Nah konsep dari nilai inilah yang menjadi tolak ukur nilai seumur hidup pelanggan
MENULISLAH SELAGI KAU BISA..
CERITAKAN APA YANG KAU RASAKAN HARI INI MELALUI TULISAN
SEBAB TULISANMU ADALAH HAL MENAKJUBKAN YANG AKAN KAU INGAT SELAMA MASA HIDUPMU